Ngantar Anak Mondok

Setelah lulus MI Muhammadiyah Gembong, Purbalingga,
anakku aku daftarkan di Pondok Pesantren modern Zam-Zam Cilongok Banyumas.

Aku Suka Motret

Meski aku seorang guru Madrasah, tetapi aku punya hobi fotografi

Belajar Digital Imaging

Temans, aku juga suka lho belajar digital imaging.
Itu tuh edit-edit gambar, olah gambar, atau gabung beberapa gambar

Indonesia: Negeri Tak Siap Banjir

Indonesia merupakan negara langganan banjir. Dari waktu ke waktu dan dari tahun ke tahun banjir selalu ada dan sepertinya enggan untuk menjauh surut. Tidak hanya kampung dan pedesaan, Jakarta yang merupakan ibukota negarapun tak luput dari banjir tahunan. Bukan saja karena banjir kiriman dari daerah penyangga seperti bogor dan depok, Jakarta sendiripun memang sangat rawan dan potensial terkena banjir.

Banjir yang ada di Indonesia merupakan rutinitas. Ya rutinitas, sebuah kata untuk menggambarkan siklus tahunan peristiwa banjir yang memang terjadi setiap tahun. Banjir datang setahun sekali pada saat musim hujan. Pertanyaannya, kenapa selalu terjadi banjir? Apakah banjir di Indonesia tidak dapat dicegah dan dihindari?

Terhadap pertanyaan, kenapa selalu terjadi banjir dan apa sebabnya? Dengan sambil lalu dan nada bercanda, Anda mungkin akan menjawab dengan :”karena masih ada hujan!”. Jawaban tersebut tentu tidak salah. Namun apakah tepat? Coba lihat negara-negara lain, mereka juga kehujanan tetapi kenapa tidak setiap saat kebanjiran.

Membandingkan Indonesia dengan negara lain yang sama-sama merasakan guyuran hujan lebat tetapi memiliki dampak yang berbeda, pastilah ada sesuatu yang berbeda dalam manajemennya. Jika sama-sama terkena hujan, tetapi Indonesia kebanjiran sedangkan negara lain tidak, pastilah ada yang salah dalam mengelola banjir.

Lalu, apakah banjir (di Indonesia) dapat dicegah? Jawabannya semestinya : BISA! Faktanya negara lain bisa mencegah banjir atau paling tidak meminimalkan dampak dari hujan deras.

Sebab-sebab banjir


Sudah banyak referensi dan juga pendapat (analisis) ahli tentang sebab-sebab dan akar masalah dari banjir. Mestinya, setelah ditemukan akar masalah akan sangat tepat langkah yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah banjir. Faktanya tidak! Banjir selalu menggenangi berbagai wilayah di Indonesia. Banjir juga membawa dampak kerugian ekonomi yang tidak sedikit, kerusakan infrastruktur yang parah dan juga hilangnya nyawa. Dan masih banyak kerugian-kerugian lain yaang harus ditanggung dan dirasakan masyarakat.

Hal-hal yang menyebabkan banjir antara lain:
  1. Penebangan hutan tak terkendali di daerah hulu
  2. Beralihnya fungsi hutan menjadi lahan pertanian, lapangan golf, perumahan dan vila
  3. Berkurang (atau bahkan hilang) nya wilayah resapan air
  4. Kecilnya saluran-saluran air atau drainase di wilayah-wilayah bagian bawah
  5. Dan kebiasaan buruk masyarakat yang selalu membuang sampah di sungai atau saluran-saluran air lainnya.
Sebab-sebab diatas dan juga faktor-faktor lainnya yang pasti sudah diketahui pemerintah. Masalahnya adalah, apakah ada pilitical will atau goodwill untuk benar-benar menyelesaikan masalah banjir secara tuntas.

Sebagai contoh, apakah ada tindakan tegas dan hukuman yang setimpal terhadap pelanggaran pengalihan fungsi hutan? Rasanya tidak. Ketika hutan di daerah atas beralih fungsi menjadi vila dan lapangan golf dan sangat berperan dalam proses terjadinya banjir sepertinya tidak ada hukuman apa-apa.

Juga terhadap prilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai dan saluran air sepertinya tidak ada tindakan yang membuat masyarakat jera.

Sesungguhnya banjir dapat dicegah jika ada kesungguhan pemerintah menyelesaikan persoalan banjir sampai tuntas. Akar masalah banjir diselesaikan, infrastruktur terkait antisipasi banjir dibangun dan hal-hal lain yang dibutuhkan disediakan. Juga yang tak kalah penting adalah menghentikan perilaku masyarakat yang buruk. Upaya penyadaran dilakukan dengan “tegas” dengan memberikan efek jera.

Masyarakat tidak siap


Ketika terjadi bencana banjir, masyarakat sendiri tampaknya tidak selalu siap. Jika yang terjadi adalah banjir dadakan yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terjadi, maka menjadi sangat wajar jika masyarakat tidak siap. Tapi ini adalah banjir yang sudah rutin, setiap tahunnya pasti terjadi. Waktu atau bulan-bulan tertentu saat terjadinya banjirpun sudah dapat diprediksi, tetapi masyarakat masih saja tidak siap menghadapinya. Sehingga langkah antisipasinyapun tidak ada.

Biasanya, masyarakat di suatu negara dengan kondisi alam tertentu akan melahirkan kreatifitas hidup agar dapat tetap bertahan. Masyarakat yang hidup di alam bersalju maka melahirkan kreatifitas baju hangat. Masyarakat yang hidup di bawah bayang-bayang gempa bumi, maka mereka akan mebuat rumah tahan gempa. Juga masyarakat yang tinggal di suatu wilayah yang sangat sering terjadi badai dan topan maka mereka telah mempersiapkan bunker di bawah tanah. Kondisi ekstrem melahirkan kreatifitas untuk bertahan hidup.

Masyarakat kita yang sudah terkena langganan banjir tidak melahirkan kreatifitas apa-apa. Kreatifitas yang sedikit dapat mengurangi dampak banjir bagi diri dan keluarganya. Misalnya, masyarakat yang berada di daerah langganan banjir maka ketika membangun rumah bagian bawah dikosongi, hampir mirip dengan rumah panggung. Sehingga rumah menjadi lebih tinggi dari rumah yang tidak pernah kena banjir. Untuk menunjang aktifitas di sekitar kampungnya, sudah sewajarnya jika setiap rumah memiliki perahu atau sampan yang digunakan setiap saat ketika banjir melanda.

Akhirnya, semoga artikel tentang Negeri Tak Siap Banjir ini bermanfaat. Dan kita berdoa, semoga Indonesia dapat mengantisipasi terjadinya bencana banjir.
Advertisemen 336x280
Disqus Comments

ABOUT

Tentang Admin & Blog
About

CONTACT

Hubungi kami disini
Hubungi

PAYMENT

Cara pembelian template di Goomsite
Privacy

Disclaimer

Pasang iklan Anda di Blog kami
Disclaimer

Catatan Kang Sodikin

sodikin.com merupakan catatan dan pikiran Kang Sodikin di waktu senggang dan tidak sedang melakukan apa-apa. Bisa juga merupakan hasil lamunan yang tidah jelas arahnya...he he...

NEWSLETTER SIGNUP

Trending Sepekan