• 5 Terbaru

    January 28, 2017

    Guru Gaptek

    Guru Gaptek atau Guru Gagap Teknologi
    Guru Gaptek atau Guru Gagap Teknologi | Catatan Kang Sodikin Perkembangan teknologi informasi yang pesat dan menjamurnya perangkat teknologi informasi tidak serta merta membuat para guru melek teknologi. Tidak sedikit dari mereka yang tetap saja gagap teknologi atau gaptek. Mereka tetap saja menyandang predikat guru gaptek.

    Kehadiran teknologi informasi, merebaknya komputer (laptop) dan internet tidak dapat merubah mindset dan cap sebagai guru gaptek. Apalagi benda-benada tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang perbaikan pembelajaran yang dilakukannya. Bagi guru gaptek atau gagap teknologi, komputer (laptop) lengkap dengan jaringan internet hanyalah sebuah benda persegi empat yang hanya bisa digunakan untuk menulis.

    Ya menulis, komputer (laptop) tak ubahnya sebuah mesin ketik. Pemanfaatannya tidak lebih dari sekedar menulis soal. Komputer (laptop) yang merupakan benda canggih dan pintar serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan, di tangan guru gaptek menjadi benda yang tidak banyak manfaatnya.

    Menjadi guru yang melek teknologi merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini terkait dengan peran guru sebagai guru masa depan dan juga kemampuan dan penguasaan siswa terhadap teknologi sudah sedemikian maju. Kondisi tersebut tentu mengharuskan guru menguasai teknologi agar perform dan perfect di hadapan para siswa. Tentu saja teknologi yang perlu dikuasai guru adalah teknologi yang terkait dengan dunia pendidikan. Intinya adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

    Ada beberapa sebab yang menjadikan sebagian guru merupakan guru gaptek dan tidak melek teknologi. Sebab-sebab tersebut adalah antara lain :

    1. Merasa sudah tua dan sebentar lagi pensiun. Biasanya guru dengan kondisi ini menganggap tidak perlu lagi belajar teknologi

    2. Jabatan Kepala Sekolah terkadang menjadi alasan keengganan belajar teknologi. Alasannya adalah mereka bisa memberikan perintah kepada staf Tata Usaha untuk membuatkan apa yang dibutuhkannya

    3. Keengganan untuk menjadi lebih baik. Belajar sesungguhnya bukan monopoli para siswa. Belajar adalah kewajiban siapa saja. Belajar agar menjadi lebih baik tidak dibatasi oleh usia. Siapa saja, termasuk guru, harus selalu berusaha menjadi lebih baik.

    4. Mindset. Menjadi guru gaptek yang disebabkan oleh mindset ini yang paling sulit berubah.

    Akhirnya, marilah kita menjadi guru yang melek teknologi, guru yang terus berusaha menguasai teknologi demi perbaikan kualitas pembelajaran. Dan, yuk kita tinggalkan predikat dan cap sebagai Guru Gaptek atau Guru Gagap Teknologi.

    7 comments:

    1. Betul...tuh, coba alasan klasik adalah wis akeh sing pinter. Uang adalah segalanya...

      ReplyDelete
    2. Mantap Pak, apalagi sekarang kan guru di beri tujangan khusus (Sertifikasi) Lantas mereka lulus, lucunya orang-orang yang mendapat gelar demikian gaptek...?

      ReplyDelete
    3. Iya benar pak, untuk UKG saja banyak guru yang kerepotan menggunakan sistemnya. Semoga para penerus guru bisa menjadi guru yang melek teknologi :)

      salam hanyar dari Tekno Muslim

      ReplyDelete
    4. Kok diajak maju susah ya? ada saja alasannya. Kasihan pendidikan di Indonesia.

      ReplyDelete
    5. betul sekali pak, banyak sekali alasan dari rekan sejawat saya tak mau memanfaatkan IT... Padahal banyak sekali manfaat yang dirasa..

      ReplyDelete
    6. banyak sshare yang menarik disini, terima kasih sudah berbagi. i live your website.

      ReplyDelete
    7. Betul pak, kalau mereka disuruh untuk belajar IT ada bermacam alasan serta penolakan dari beliau para guru senior ataupun yang yunior...padahal sekarang IT harus terintegrasi didalam setiap mata pelajaran.
      Salam pendidikan,
      sukses untuk kita semua

      ReplyDelete

    sodikin.com adalah blog pribadi yang diterbitkan oleh Sodikin Masrukhin. Ia seorang guru yang suka ngeblog di sela waktu senggangnya. Ada banyak hal yang bisa dibaca dan dinikmati dalam blog ini.
    Blog ini berisi tips dan cara, catatan, renungan dan hal lain yang bermanfaat. Pembaca boleh memanfaatkan konten blog ini untuk hal-hal yang bermanfaat. lanjut»»

    Indonesiaku