Ngantar Anak Mondok

Setelah lulus MI Muhammadiyah Gembong, Purbalingga,
anakku aku daftarkan di Pondok Pesantren modern Zam-Zam Cilongok Banyumas.

Aku Suka Motret

Meski aku seorang guru Madrasah, tetapi aku punya hobi fotografi

Belajar Digital Imaging

Temans, aku juga suka lho belajar digital imaging.
Itu tuh edit-edit gambar, olah gambar, atau gabung beberapa gambar

Guru Gaptek

Guru Gaptek atau Guru Gagap Teknologi | Catatan Kang Sodikin Perkembangan teknologi informasi yang pesat dan menjamurnya perangkat teknologi informasi tidak serta merta membuat para guru melek teknologi. Tidak sedikit dari mereka yang tetap saja gagap teknologi atau gaptek. Mereka tetap saja menyandang predikat guru gaptek.

Kehadiran teknologi informasi, merebaknya komputer (laptop) dan internet tidak dapat merubah mindset dan cap sebagai guru gaptek. Apalagi benda-benada tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang perbaikan pembelajaran yang dilakukannya. Bagi guru gaptek atau gagap teknologi, komputer (laptop) lengkap dengan jaringan internet hanyalah sebuah benda persegi empat yang hanya bisa digunakan untuk menulis.

Ya menulis, komputer (laptop) tak ubahnya sebuah mesin ketik. Pemanfaatannya tidak lebih dari sekedar menulis soal. Komputer (laptop) yang merupakan benda canggih dan pintar serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan, di tangan guru gaptek menjadi benda yang tidak banyak manfaatnya.

Menjadi guru yang melek teknologi merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini terkait dengan peran guru sebagai guru masa depan dan juga kemampuan dan penguasaan siswa terhadap teknologi sudah sedemikian maju. Kondisi tersebut tentu mengharuskan guru menguasai teknologi agar perform dan perfect di hadapan para siswa. Tentu saja teknologi yang perlu dikuasai guru adalah teknologi yang terkait dengan dunia pendidikan. Intinya adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Ada beberapa sebab yang menjadikan sebagian guru merupakan guru gaptek dan tidak melek teknologi. Sebab-sebab tersebut adalah antara lain :
  1. Merasa sudah tua dan sebentar lagi pensiun. Biasanya guru dengan kondisi ini menganggap tidak perlu lagi belajar teknologi
  2. Jabatan Kepala Sekolah terkadang menjadi alasan keengganan belajar teknologi. Alasannya adalah mereka bisa memberikan perintah kepada staf Tata Usaha untuk membuatkan apa yang dibutuhkannya
  3. Keengganan untuk menjadi lebih baik. Belajar sesungguhnya bukan monopoli para siswa. Belajar adalah kewajiban siapa saja. Belajar agar menjadi lebih baik tidak dibatasi oleh usia. Siapa saja, termasuk guru, harus selalu berusaha menjadi lebih baik.
  4. Mindset. Menjadi guru gaptek yang disebabkan oleh mindset ini yang paling sulit berubah.
Akhirnya, marilah kita menjadi guru yang melek teknologi, guru yang terus berusaha menguasai teknologi demi perbaikan kualitas pembelajaran. Dan, yuk kita tinggalkan predikat dan cap sebagai Guru Gaptek atau Guru Gagap Teknologi.
Advertisemen 336x280
Disqus Comments

ABOUT

Tentang Admin & Blog
About

CONTACT

Hubungi kami disini
Hubungi

PAYMENT

Cara pembelian template di Goomsite
Privacy

Disclaimer

Pasang iklan Anda di Blog kami
Disclaimer

Catatan Kang Sodikin

sodikin.com merupakan catatan dan pikiran Kang Sodikin di waktu senggang dan tidak sedang melakukan apa-apa. Bisa juga merupakan hasil lamunan yang tidah jelas arahnya...he he...

NEWSLETTER SIGNUP

Trending Sepekan