• 5 Terbaru

    January 22, 2017

    Tips Mencari Idola Yang Tepat Bagi Remaja

    Mencari Idola Yang Tepat

    Apakah Anda seorang remaja dan sudah mempunyai idola? Atau baru mencari idola? Hampir setiap orang, khususnya anak-anak muda memiliki idola. Tidak terkecuali anak didik saya di sekolah.

    Seseorang yang mengidolakan orang lain tentunya tidak salah. Hanya persoalannya adalah, sudah tepatkah seseorang dijadikan idola dalam hidup.

    Mengidolakan seseorang tidaklah sekedar mencintai atau menggandrungi seseorang. Mengidolakan seseorang lebih dari sekedar adanya perasaan demen kepada orang tersebut. Apalagi jika mengidolakan sesorang hanya didasarkan kepada ketampanan dan kecantikan wajah seseorang.

    Seseorang yang dijadikan idola haruslah orang yang tepat. Banyak lho anak muda yang keliru dalam mengidolakan seseorang. Keliru dalam pengertian karena tidak cocok dengan diri dan aktifitas yang digelutinya. Sebagai contoh, dalam sebuah kegiatan dan saya sebagai pembicaranya, menanyakan kepada sebagian siswi yang hadir. Pertanyaan saya adalah, "Siapa yang Anda idolakan?" Dari sebagian siswi yang hadir menjawab dengan serempak, mereka menyebutkan seorang pemain sepak bola. Ketika saya lanjutkan pertanyaannya, kenapa mengidolakan orang itu? Mereka menjawab, "KARENA CAKEP!".

    Dari cerita yang tersebut di atas, ada hal menarik bagi saya. Sebagian siswi, yang tentunya seorang pelajar putri mengidolakan pemain sepak bola. Dalam pandangan saya, tentulah tidak tepat. Karena bagi saya, idola itu (paling tidak) harus memenuhi 3 kriteria :

    1. dapat dijadikan teladan dalam kehidupannya

    2. dapat menjadi inspirasi bagi yang mengidolakan

    3. sesuai dengan diri yang mengidolakan

    Penjelasan ketiga kriteria tersebut adalah, seseorang yang dijadikan idola haruslah berkelaukan baik, dalam bertutur ataupun bertindak. Sehingga mereka benar-benar dapat dijadikan suri tauladan yang baik.

    Seseorang yang dijadikan idola haruslah orang yang berkemampuan lebih dan berprestasi dalam bidang yang ditekuninya. Sehingga kemampuan lebih dan prestasinya yang hebat dapat menjadi inspirasi bagi orang yang mengidolakannya.

    Sedangkan penjelasan tentang hendaknya sesuai dengan diri yang mengidolakan maksudnya adalah bahwa kemampuan lebih dan prestasi yang diraih orang yang diidolakan ada kesamaan bidang yang ditekuni atau cita-cita orang yang mengidolakan. Hal ini terkait dengan penjelasan kedua. Jika ada kesamaan tersebut maka benar-benar akan menjadi inspirasi.

    Sebagai contoh, seseorang anak yang sedang belajar sepak bola di SSB dan dia mengidolakan Cristiano Ronaldo, maka hal itu tepat karena ada kecocokan atau matching. Siswa SSB mengidolakan pemain sepak bola sekaliber Ronaldo yang hebat tentu sangat tepat dan akan memberikan inspirasi baginya. Beda halnya, jika yang mengidolakan Ronaldo adalah anak yang sedang belajar musik. Tentulah tidak pas dan dijamin tidak memberikan inspirasi apapun.

    Kembali kepada kasus sebagian pelajar putri yang mengidolakan pemain sepak bola. Saya menggali lebih dalam, sehingga saya tanyakan juga, apakah di antara mereka ada yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Ternyata sama sekali tidak ada. Murni karena ketampanan pemain sepak bola tersebut. Bahkan kebanyakan bercita-cita menjadi guru. Selanjutnya saya arahkan untuk mencari sosok yang tepat dengan cita-cita mereka yang mau jadi guru. Akhirnya, mereka memilih guru Matematika yang memang cantik dan cerdas sebagai idola baru mereka.

    Begitulah, anak-anak, adik-adik dan para siswa kita hendaknya dibimbing untuk mencari idola yang tepat. Karena sedikit ataupun banyak, seorang idola pastilah memberikan pengaruh terhadap orang yang mengidolaknnya. Tidak hanya yang positif, terkadang yang negatif pun banyak ditiru dan dilakukan oleh para pengidola mereka.

    Demikian catatan Kang Sodikin tentang Tips Mencari Idola Yang Tepat Bagi Remaja semoga bermanfaat.

    16 comments:

    1. mungkin perlu ditambahkan pak, upaya seorang guru agar bisa menjadi idola bagi anak didiknya. sehingga peserta didik akan lebih mudah menerima materi yang kita ajarkan. atau sebuah pertanyaan. Sudahkah kita menjadi idola bagi peserta diik ? maaf pak bukan meremehkan tetapi justru tertarik dengan tulisan pak Sodikin.

      ReplyDelete
    2. Betul Pak Ari, maka dalam kisah yang saya ceritakan, anak-anak di sebuah SMP saya arahkan untuk mengidolakan guru mereka yang memang menginspirasi bagi mereka. Akhirnya mereka mengidolakan guru Matematikanya.

      Dan buat kita sendiri, memang harus selalu berusaha untuk menjadi guru yang idolakan oleh anak-anak didik kita. bukan karena kita cakep, ganteng atau cantik, tetapi benar-benar karena kita adalah guru berkualitas dan dapat menjadi inspirasi bagi anak didik kita.

      ReplyDelete
    3. benar karena jaman skg idolanya hanya orang2 yang kurang baik

      ReplyDelete
    4. Pak Dikin... Idol sendiri dalam bahasa Inggris (kalau tidak keliru) berarti "berhala atau sesuatu yang dipuja". Barangkali kita perlu meluruskan kepada siswa agar jangan (sering) memakai kata "idola". Bagaimana jika memakai kata "suka" ?.Menurut saya kata "idol" bermakna kecdintaan secara totalitas. Barangsiapa yang mengidolakan suatu kaum maka ia termasuk golongannya...

      ReplyDelete
    5. Klo saya mah mending cari istri yang tepat aja pak...
      hahahaha

      ReplyDelete
    6. Saya salut pada guru matematik bisa jadi idola, padahal biasanya anak-anak ada yang "takut".

      Semoga saya bisa menemukan idola yang tepat

      ReplyDelete
    7. Bagus Mas, artikelnya,...kalau bisa mengarahkan...bagi siswa-siswa yang muslim/muslimah tentu kita arahkan supaya mengidolakan Rasululah Muhammad SAW..ya Mas.

      ReplyDelete
    8. idola yang tepat adalah baginda Rasulullah SAW. dari Beliau lah kita dapat meneladaninya... :)

      ReplyDelete
    9. my idol of course...
      Baginda Rasulullah dan Anis Matta,Lc
      panutan dan teladan untuk kehidupan yg lebih baik dan berkah...

      ReplyDelete
    10. sip lah, pak sekarang saya tau orang yang mana yang pantas menjadi Idola kita

      ReplyDelete
    11. Sosok Beliau memang susah dicari bahkan kebanyakan anak jaman sekarang hanya di mulut saja mereka beriman tapi kelakukuan tak sesuai. maaf sebelumnya komentarnya agak negatif

      ReplyDelete
    12. jaman sekarang memang harus hati2 ya, salah ngambil panutan atau idola tentunya bisa bahaya, semoga kita beserta keluarga slalu dilindungi dari hal tersebut dan semoga kita semua slalu bisa mencontoh kepribadian baginda nabi sebagai sebenar-benar idola dan panutan

      ReplyDelete
    13. Sebenarnya siapa pun idolanya itu tak masalah, asal masih mengidolakan secara batas wajar dan berdampak positif bagi anak :)

      ReplyDelete
    14. anak-anak harus diarahkan untuk mengidolakan seseorang yang baik untuk kepribadiannya

      ReplyDelete
    15. televisi memberikan andil yg besar..dalam menntukan idola seserang .. peran aktif orang tua sangat diperlukan agar anak2 bisa memilih idola yg tepat..

      ReplyDelete

    sodikin.com adalah blog pribadi yang diterbitkan oleh Sodikin Masrukhin. Ia seorang guru yang suka ngeblog di sela waktu senggangnya. Ada banyak hal yang bisa dibaca dan dinikmati dalam blog ini.
    Blog ini berisi tips dan cara, catatan, renungan dan hal lain yang bermanfaat. Pembaca boleh memanfaatkan konten blog ini untuk hal-hal yang bermanfaat. lanjut»»

    Indonesiaku