Siapapun yang muslim pasti berkeinginan dapat menunaikan ibadah Haji, rukun Islam yang kelima itu. Sayapun demikian, saya juga mempunyai keinginan yang kuat dapat menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah di Kota Suci Makkah al-Mukarromah.

Doa senantiasa saya panjatkan untuk dapat menunaikan ibadah haji "dengan mudah". Mudah dalam pengertian biaya haji yang murah dan terjangkau dan juga mudah dalam pengertian dapat berangkat ke Tanah Suci Makah dengan tidak mengikuti antrian daftar tunggu yang demikian lama. Benar-benar senantiasa saya panjatkan doa untuk hal itu tiap kali menyaksikan foto ataupun tayangan di televisi orang-orang berhaji, thawaf dan sa'i di Tanah Suci.

membangun-asa-dapat-pergi-haji-dengan-mudah

Mungkin bagi sebagian orang, apa yang saya lakukan adalah mustahil bisa terlaksana. Coba bayangkan Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 2019 ini berkisar pada angka Rp35.000.000. Bagaimana mungkin bisa ditawar sehingga menjadi lebih murah? Tentu sesuatu yang tidak mungkin dilakukan mengurangi jumlah tersebut.

Dan daftar tunggu calon jamaah haji yang berkisar hingga 25 tahun, sehingga jika mendaftar sekarang maka tiba giliran berangkat haji berarti tahun 2044. Lalu, bagaimana mungkin bisa diperpendek hingga dalam waktu singkat dapat menunaikan Ibaah Haji Rukun Islam yang kelima? Padahal hajinya adalah reguler dan bukan haji plus.

Meski terbilang sangat sulit bakan mungkin mustahil, tetapi saya tetap yakin bahwa kesempatan itu tetaplah ada jika memang Allah menghendaki. Dalam keyakinanku, tidak ada yang sulit bagi Allah jika memang sudah berkehendak. Allah mempunyai banyak cara dan jalan untuk melakukan sesuatu bagi hamba-Nya, tak terkecuali memenuhi keinginan hamba-Nya untuk dapat menunaikan Ibadah haji "dengan mudah".

Allah Membuka Jalan Untuk Dapat Berhaji Dengan Mudah


Dan di tahun 2019 ini rupanya Allah sedikit membukakan jalan dan kesempatan bagi saya untuk dapat menunaikan Ibadah Haji "dengan mudah" tersebut. Jalan yang dibukakan Allah untuk saya dapat menunaikan Ibadah Haji adalah melalui menjadi Tim Petugas Haji Daerah (TPHD).

Tahun 2019 ini Kabupaten Purbalingga membutuhkan 5-6 orang untuk menjadi Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) yang terbagi menjadi Tim Pelayanan Umum, Tim Pembimbing Ibadah dan Tim Kesehatan Haji Daerah.

Baca juga: Sehat Itu Murah, Ini Caranya

Untuk menjadi Tim Pembimbing Ibadah jelas tidak mungkin karena syaratnya harus sudah pernah berhaji dan bersertifikat, sementara saya belum pernah menunaikan Ibadah Haji. Menjadi Tim Kesehatan Haji Daerah juga tidak mungkin karena saya bukan dokter dan tenaga medis lainnya. Maka yang sangat mungkin saya raih adalah Tim Pelayanan Umum Ibadah Haji.

Kebutuhan akan 5 - 6 Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Purbalingga kemudian oleh Bagian Kesra atas petunjuk Bupati kemudian diisi dari berbagai unsur. Tim Kesehatan diisi oleh dua orang dokter Puskesmas yang dua-duanya perempuan. Satu orng pembimbing ibadah diambilkan dari Pondok Pesantren. Dan tiga orang yang bertugas untuk pelayanan umum diisi dari unsur dinas dan ormas. Dari unsur dinas adalah Kepala Dinas Perhubungan, Bapak Imam Wahudi. Sedangkan unsur ormas ada dua, yaitu dari Muhammadiyah dan NU. Dari NU adalah Bapak Musalim yang merupakan Komandan Banser. Dan dari unsur Muhammadiyah kebetulan dipercayakan kepada saya.

Kenapa dari ormas Muhammadiyah dipercayakan kepada saya? Perlu diketahui bahwa saya adalah aktifis Muhammadiyah sejak masih sekolah dulu hingga sekarang. Saya aktif menjadi salah satu pengurus Muhammadiyah Kab. Purbalingga. Ketika Muhammadiyah diminta mengirimkan nama pengurusnya untuk menjadi TPHD bidang layanan umum, pleno Muhammadiyah sepakat untuk mengirimkan saya karena belum berhaji.

Begitulah kesempatan yang saya peroleh untuk dapat menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah "dengan mudah". Mudah-mudahan pintu kesempatan yang sudah mulai terbuka tersebut sungguh-sungguh menjadi takdir saya untuk dapat menunaikan ibadah haji seperti yang saya inginkan.

Tahapan Untuk Dapat Menunaikan Ibadah Haji Dengan Mudah


Waktu kuliah di UIN Walisongo (dulu bernama IAIN Walisongo), dosesn Bahasa Arab saya bernama Bapak R Abdullah sering memberikan nasehat bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuka jalan agar bisa menunaikan ibadah haji adalah dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan lengkap. Biasanya orang bershalawat membaca shollallahu alihi wa sallam atau Allhumma sholli alaihi. Menurut dosen saya, itu kurang lengkap. Bacaan yang lengkap adalah Allahumma sholli wasallim wa baarik alaihi. Bacaan yang lengkap mengandung shalawat, salam dan barokah.

Rupanya, saya tertarik dengan nasehat beliau. Setiap membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW., saya baca lengkap seperti yang saya tulis di paragraf sebelumnya.

Baca juga: Manfaat Cuka Apel Untuk Tubuh Manusia

Saya tidak tahu, apakah terbukanya kesempatan bagi saya untuk dapat menunaikan Ibadah Haji "dengan mudah" tersebut ada kaitan dengan laku saya tersebut. Tapi yang jelas semuanya adalah QudrotulLah (kehendak Allah).

Untuk kepentingan tersebut di atas, saya telah melalui beberapa tahap. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Pendaftaran. Setelah pulang kerja pada hari Selasa, 12 Maret 2019, pukul 17:30 saya dihubungi oleh Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk segera datang dan menemui mereka. Saya minta waktu besoknya pun tidak diijinkan. Saya harus datang saat itu juga. Maka setelah mandi, saya segera menemui Bagian Kesra. Setelah sampai dan bertemu petugas, ternyata kehadiran saya dibutuhkan untuk registrasi calom TPHD. Maka saat itu juga saya diregisrasi. Di samping itu saya diberi tahu tentang beberapa berkas yang harus saya serahkan dan upload.
  2. Penyerahan berkas. Berkas yang harus saya serahkan ternyata hanya diberi batas setengah hari. Berkas-berkas yang saya serahkan dan upload dlam format .pdf adalah FC KTP, ijazah dan transkrip terakhir, Sertifikat bahasa asing (Arab/Inggris), SKCK dari Kepolisian, keterangan sehat dari dokter, SK terakhir, pas foto, rekomendasi Bupati, dan penilaian kinerja dalam dua tahun terakhir sebagai ASN. Semuanya harus selesai dalam setengah hari dan dikumpulkan ke Bagian Kesra dan di-Upload (13 Maret 2019).
  3. Pada Sabtu, 16 Maret 2019 mengikuti Computer Asisted Test (CAT). Calon TPHD mengerjakan 100 soal dalam 100 menit.
  4. Kemudian pada hari Senin, 18 Maret 2019 mengikuti tes wawancara di Semarang yang diselenggarakan di Wisma Perdamaian yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Itulah beberapa tahapan yang sudah saya ikuti untuk dapat menjadi TPHD Kabupaten Purbalingga. Setahu saya masih ada satu tahap lagi yang harus dilalui yaitu test psikometri di sebuah Rumah Sakit di Magelang.

Semoga Allah meridhoi dan memperkenankan saya untuk dapat menunaikan Ibadah Haji "dengan mudah" dengan cara menjadi Tim Petugas Haji Daerah (TPHD).

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya